Jumat, 11 Maret 2016

peacefull part.3

Dimas berusaha menenangkan fay, namun fay terus memukuli dimas, begitu kelelahan fay menghentikan pukulannya.

"loe kenapa fay?, apa gak cukup membuat yang lain khawatir?" tanya dimas pelan.

"loe tu gak tau, gue sesek ngedengerin obrolan orang-orang tu. loe gak ngerasain makanya loe gak tau. gue yang ngerasain selama ini.", jawab fay

"soal bapakmu?, hemmmfff....", sebuah helaan dimas dan kemudian diam.

"loe gak bisa menilai bapakmu hanya dari orang lain. tanya dulu baik-baik dari mamamu. atau, mungkin kamu lebih percaya orang lain dari pada mamamu sendiri?"

"bukti dah ada dan mama tidak terkejut sama sekali, apalagi coba?!", suara fay mulai meninggi.

"lebih baik sekarang loe pulang ke rumah, ayo naik, biar gue antar loe.", ajak dimas sambil memutar balik sepedanya.

beberapa saat kemudian fay telah naik ke sepeda dimas dan mereka pun menghilang dari pandangan.

"fay, kamu dari mana?, eh..,  terima kasih nak dimas dah anterin fay pulang",

 fay beradu pandang dengan mamanya beberapa saat kemudian masuk kedalam rumah, sedangkan dimas pamit pulang setelah menjawab pertanyaan mama fay.

pintu kamar fay tiba-tiba diketuk, tampak mama fay agak ragu untuk masuk, tetapi begitu melihat fay tidur telungkup dikamar tanpa merespon. mama fay melanjutkan langkahnya mendekati anak sulungnya.

"fay penasaran tentang kabar bapak?, mama minta maaf atas kejadian tadi. fay tidak perlu mendengarkan orang lain".

"foto...!," fay setengah berteriak,
" mama tidak tau tentang foto bapak dengan perempuan lain dan anaknya?"

"mama tau, dan itu foto lama, mama tau siapa perempuan itu. dan itu bukan isteri papa di sana seperti yang orang bilang. dia adik kandung bapakmu. tante Rima yang kebetulan bertemu disana", jelas mama fay.

"mama tidak kangen dengan bapak?, mama tidak pernah membicarakan bapak selama ini?", air mata fay mulai mengalir deras,

"atau,.., tidak..tidak...,jangan bilang kalian bercerai, fay tidak mau kal....",

"bapakmu dah meninggal", sebuah kalimat yang begitu cepat terlontar dari mulut mama fay.

"sebuah kecelakaan di tempat bapak bekerja membuatnya terjatuh ke laut dan terseret ombak. pencarian sudah dilakukan tetapi jasadnya tidak pernah ditemukan, 10 bulan yang lalu."

"mama ingin menunjukkan dan memberitahukan ini ke kamu fay, tapi mama tidak tahu bagaimana menyampaikannya ke kamu., maafin mama fay...,"mama fay menghela nafas panjang.

"ikut mama fay, mama ingin menunjukkan sesuatu...", ajak mama seraya keluar menuju kamarnya.

sebuah kotak kardus dikeluarkan mama fay dari lemarinya.

"ini adalah barang-barang bapakmu yang dikirim dari tempatnya bekerja, pihak perusahaan telah meminta maaf atas kecelakaan tersebut dan mengurus semua administrasinya."

sebuah foto tampak dikeluarkan dari kardus, seragam safety dan juga helm keselamatan. fay memandangi foto tersebut dengan berurai air mata, tak disangka berita itu membuatnya tak bisa berkata-kata walaupun dalam hatinya kecewa karena mamanya tidak memberitahukannya dari awal.

"mama tidak ingin anak-anak mama sedih mendengar berita ini.". ujar mama kemudian

"mama harusnya memberitahukan ini ke fay, fay bisa diajak mama berbagi, fay udah gede ma, fay bukan anak kecil yang bisa dibohongi.", kata fay

"cepat atau lambat bayu dan irma juga harus tahu. sebaiknya mereka kita kasihtau yang sebenarnya ma", saran fay melembut ke mama fay sambil menggenggam tangan mamanya. sebuah anggukan dari mamanya dan tetesan airmata jatuh dari pipi mama fay. fay pun segera memeluk mamanya.

"bapak, fay,mama dan yang lain tetep sayang sama bapak, semoga bapak tenang disana. amiin.", fay meletakkan kembali foto bapaknya ke meja dan bergegas ke meja makan.

semua menjadi lebih baik untuk keluarga ini. mama menjadi lebih ceria tanpa beban begitu juga fay, irma dan bayupun begitu. karena mereka tahu bapak tetap ada dihati mereka walaupun telah tiada.

"ciiisrrssssttt...., fay, ayo berangkat, keburu telat ni...", teriak dimas pagi itu. mama fay segera keluar dan menyapa dimas seperti biasanya,

"eh nak dimas, dah sarapan?",

"sudah tante, tadi sarapan sama, nasi goreng, telor seteng....", seperti biasa dimas akan menjelaskan sebuh pertanyaan simpel dengan jawaban yang panjang, dan sebelum itu terjadi fay segera ambil tindakan.

"ma, fay berangkat dulu, assalamualaikum, ayo dimas buruan", segera fay pamit dan mencium tangan mamanya sambil bergegas naik ke sepesa dimas. terpaksa dimas menghentikan pembicaraannya, segera pamit dan berangkat sekolah,


SELESAI...




Rabu, 13 Juli 2011

Peacefull part2.

"selama ini fay percaya dengan jawaban mama, kalau bapak itu sedang kerja di amerika, tapi beberapa bulan ini fay mendengar berita yang gak ngenakin soal bapak, bapak selingkuh disana, bapak dah punya anak, bahkan bapak pura2 tak kenal, itu berarti bapak itu jahat kan ma?, kalau mama tahu, kenapa harus ditutupi, kenapa mama menyiksa diri sendiri, kenapa mama tak menceraikan bap....",

"plaaak.....", sebuah tamparan yang tak keras mendarat di pipi fay, mata mama menyorot tajam ke arah fay, jauh didalam matanya terlihat bahwa mama tidak senang mendengar ucapan fay,fay tak menyangka mama bisa menjadi semarah itu,
"fay gak mau punya bapak seperti itu!", fay mulai meneteskan matanya dan lari keluar rumah.

Mama menyesal telah menampar putri kesayangannya. Ingin rasanya mama menjelaskan semuanya kepada fay agar apa yang didengar orang itu tak perlu dirisaukan lagi. Tapi sayang fay sudah tak nampak.

Sore itu dimas mengayuh sepedanya dengan santai, dia ingin meminjam buku catatan milik fay, dia sudah menyusun rencana untuk mengerjai fay, dimas tak ingin segera mengembalikan buku catatan fay sampai fay mengambilnya sendiri,

"pasti, seru ngerjai si fay, ",pikir dimas sore itu, tapi begitu dia mau belok kearah rumah fay, nampak seorang cewek berlari tergesa2, dimas sempat beradu pandang dengan cewek itu sebentar, hingga akhirnya cewek itu mengalihkan pandangannya dan terus berlari. Terlihat matanya agak sembab, dan dia menghilang diantara dinding2 rumah warga.

Ada perasaan tak enak dalam diri dimas, tapi dia tetap mengarahkan laju sepedanya ke arah rumah fay. Belum sempat dia turun dari sepedanya, mama fay keluar dan menghampiri dimas,

"nak dimas, fay lagi gak ada di rumah, nak dimas ada perlu apa? Biar nanti saya sampaikan ke fay", mama fay bertanya dengan suara parau, mukanya yang sembab agak ditutupi.

"emmm...., ya sudah tante, laen kali aja, permisi tante", begitu tau kalau fay lagi marah, dimas langsung permisi. dimas segera mengejar fay,berharap dapat menemukan fay karena langit mulai gelap.

Dikayuhnya sepeda MB itu dengan cepat, agak ragu dia memilih tikungan2 mana yang dilalui fay, hingga akirnya dimas melihat sekelebatan tubuh yang tak asing baru saja belok menuju sebuah bangunan bertingkat yang belum jadi. Dimas hentikan sepedanya disana, sorot matanya menandakan kecemasan, tapi dimas tak ingin mengambil resiko jika dia harus berhadapan dengan sosok itu dalam suasana seperti ini. Lebih baik dia mengawasi dari sini.

Setengah jam kemudian terdengar teriakan, seperti pelampiasan amarah yang akhirnya disusul keheningan malam.

"fay, baik2 sajakah kau disana?", hanya kata2 itu yang keluar dari mulut dimas. kecemasan menyelimutinya karena hampir 3 jam dimas tak melihat sosok fay turun dari gedung itu. Ia tahu betul fay tak ingin diganggu oleh siapapun ketika marah.

Beberapa bulan ini fay selalu tak betah dikelas, dia selalu pergi ke perpus. Tapi bukan untuk membaca atau pun menonton tv, dia hanya akan mencari tempat duduk paling ujung di pojok perpus, duduk, merebahkan kepalanya ke meja dan menutupi kepalanya dengan buku.

Pernah suatu kali ketika dimas ingin menonton tv, dia melihat fay sedang di salah satu sudut perpus, dimas urungkan niatnya untuk menonton tv, kemudian menghampiri fay,

"fay, kamu dicari sama deni tuh, katanya dia mau bales jitak lo, gara2 kamu nempelin kertas dipunggungnya tadi pagi, hahahah.....", belum sempat dimas menyelesaikkan tawanya, sebuah telapak tangan yang dirapatkan sudah berada di depan mukanya, tanda bahwa fay tak ingin diganggu.
"don't disturb me for e few minute!",Fay beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari perpus meninggalkan dimas.

Kebiasaan itu sudah dimas ketahui awal kelas 2 sma. Tapi begitu di dalam kelas semuanya akan kembali seperti biasa dengan kejailan2 dan keceriaan fay.
Dimas berfikir kalau itu memang kebiasaan fay yang hanya sementara, tapi ternyata salah, karena dia juga mendengar kalau semua orang menyalahkan bapak fay yang sudah 2 tahunan pergi meninggalkan keluarga fay tanpa alasan yang jelas, tanpa menafkahi keluarganya fay, dan kabar yang lebih mengejutkan adalah foto2 bapak fay bersama dengan seorang ibu dan 2 orang anak di daerah amerika.

Kebiasaan fay diperpus mungkin pelarian dari masalah ini, tapi semakin lama emosinya menjadi tak terkendali, di kelas fay mulai sering menyendiri dan diam saat di kelas. Dimas yang merasakan perubahan itu mencoba untuk menghibur fay. Tapi apa daya, setiap dimas mulai untuk bergurau dengan fay, fay langsung menghentikan dimas dan pergi.

"mungkin malam ini adalah puncak dari emosi fay selama ini", batin dimas dalam hati.

Selang beberapa menit kemudian fay muncul dari balik gedung itu. Begitu melihat dimas, fay langsung pergi, dimas segera menyusul dan mencoba untuk bertanya. Tetapi karena tak da hasil, dimas menghentikan fay dengan sepedanya.

Dimas berusaha menenangkan fay, namun fay terus memukuli dimas, begitu kelelahan fay menghentikan pukulannya.

Go to next part...

Selasa, 12 Juli 2011

Peacefull

"Hmm....kenapa aku pilih kata2 itu? Aku suka ketenangan, aku suka kesendirian....tak perlu ada orang yang ngebuat aku repot",
siang itu terlihat seorang cewek tengah berteriak diantara keriuhan kota batam dibawahnya, dia berada disebuah bangunan tingkat 11 yang terhenti pembangunannya dan teronggok begitu saja,

tiba2 terlihat airmata nya menetes deras,tak lama kemudian dia pun tersungkur jatuh kelantai....

Angin mulai menerbangkan rambutnya yang tergerai panjang, fay pun terbangun karena merasakan tubuhnya kedinginan. Setelah sadar bahwa dirinya baru bangun dari pingsannya. Dia segera merapikan diri dan mulai menuju tangga beton untuk turun.

Begitu sampai lantai 1 dia terkejut...,seorang cowok tengah menunggu diatas sepeda MB nya.
Tanpa bicara,fay langsung berjalan cepat berusaha ngehindar cowok itu.

"Fay.....!",
merasa fay tidak menhiraukan panggilannya, dia langsung mengayuh sepedanya kearah fay.

Cowok itu mengayuh sepedanya berusaha untuk menjajari fay,

"fay,,,,",
karena panggilannya yang kedua tetap dihiraukan, bahkan fay malah mulai mempercepat jalannya setengah berlari.cowok itu pun segera mengayuh kedepan fay dan menhalangi lajunya,

"ciii.....t,ssssrrrt...!", bunyi rem speda cow itu membuat kaget fay dan menghentikan lajunya.
Cowok itu melihat air mata fay mulai membahasi pipi gadis itu, segera dia menghardik fay, tapi sebelum dia sempat memegang bahu fay, fay langsung memukul2nya, berusaha untuk menghindar,

cowok itu berhasil memegang bahu fay, tapi tak bisa menghentikan pukulan fay kearah tubuhnya.

"fay.....,fay.......,!",tangis fay mulai menjadi,dan melampiaskan semua emosinya, cowok itu mengguncang2 tubuh fay dengan keras, berharap fay sadar dari emosinya....

Fay..!!!", dengan teriakan keras dan guncangan hebat, tangis fay agak mereda, dan pukulannyapun terhenti karena kelelahan.
Cowok itu pun mulai bicara, setelah semuanya mulai terkendali.

"fay, lo boleh marah ma irma, bayu, mamamu, atopun siapa saja, tapi biarkan aku antar kau pulang, mereka mungkin cemas.

Setelah dirasa fay cukup tenang dan bisa berpikir,cowok itu melepaskan tangannya dan mengambil sepedanya yang dia jatuhkan tadi,begitu cowok itu menaiki sepedanya,dia mengulurkan tangannya ke fay,
tanpa ekspresi, fay mulai bergerak untuk naik sepeda.

Dalam perjalanan semua terasa sepi, hanya deru kendaraan yang meramaikan suasana disepanjang jalan mereka, namun cowok itu tau, tak tepat rasanya jika dia bicara dengan fay saat itu.

Begitu sampai rumah, fay langsung turun, tak terlihat kepanikan dari dalam rumahnya, agak ragu fay melangkah krumahnya,
"fay, percayalah, semua baik2 saja",
fay melihat sejenak ke arah cowok itu dan mulai melangkah kan kakinya ke rumah.

Cowok itu pun pergi....

**
"hahahaha....hahahaha.....",
suara siang itu tampak gaduh di salah satu sudut ruang tamu, 2 anak kecil tengah bermain colek2an bedak,

"kalian tu berisik, main di luar sana....!", sambil melempar buku yang dibawanya ke arah meja dekat anak2 itu bermain, fay mulai marah.

"ah kakak ni, kalau pulang sekolah pasti marah-marah terus, gak senang liat kita main ya?", irma yang baru duduk kelas 1smp mulai terusik

"eh loe, anak kecil tau apa?udah sana maen diluar sama bayu!",

"orang ade maunya maen disini ma kakak kok ka?", kata bayu dengan lugunya,

"eeeh....., kalian mau...",
belum sempat di menyelesaikkan kata2nya, dari dapur keluar ibunya,

"kamu tu kenapa si fay?gak pernah suka ngliat adek2mu maen?", tanya mamanya lembut.

"mereka itu berisik, buat pikiran gwe kacau tau?", fay meninggalkan mereka dan langsung pergi ke kamarnya.

"Ya sudah, kalian berdua, maen diluar dulu ya, kasihan kakakmu, si fay, mungkin dia marah karena capek aja",mama menjelaskan kepada irma dan bayu. Mereka pun langsung bermain di luar.

Mama tau kebiasaan fay, kalu lagi marah, dia tak ingin diganggu oleh apa pun, tapi akir2 ni setiap dia pulang sekolah pasti marah, terlintas dari pikiran mama untuk bertanya kepada anak pertamanya itu,apa yang sedang terjadi. Tapi pertanyaan itu tak pernah terlontarkan dari mulut mama. Mama ingin mencari waktu yang tepat untuk bertanya.

Siang itu, seperti biasanya fay langsung masuk kamar, membanting pintu kamarnya dengan keras, mama yang melihat sikap fay mulai resah. Tak lama kemudian keluar fay dengan pakaian biasa, dia hendak minum karena kehausan,

"fay, kamu sebenarnya kenapa fay?, beberapa minggu ni mama perhatikan kamu selalu marah, cerita ke mama dong sayang", kata mamanya penuh perhatian.

Baru 2 teguk air yang fay minum, fay langsung meletakkan gelasnya,
"fay, sebenarnya marah ngedengerin orang2 ma temen2 fay ngomongin tentang bapak, udah hampir 2 tahun bapak gak pulang mama, dan mama sepertinya tak pernah menanggapi omongan mereka", kata fay kesal.
Mamanya hanya diam,

fay langsung duduk termenung dikursi sampingnya,
"selama ini fay percaya dengan jawaban mama, kalau bapak itu sedang kerja di amerika, tapi beberapa bulan ini...
Nyambung besok yah..

Selasa, 05 Januari 2010

maunya...,sadis.... sekejam kudis

seorang anak smp kelas 1 tengah asyik mengayuh sepedanya dengan riang. yah...,hari ini adalah hari pertama masuk kelas setelah liburan panjang semesteran. dia datang agak pagi untuk mendapatkan tempat duduk terbaik. paling belakang....,itu yang dia pikirkan saat ini.
tiba di kelas, beberapa anak telah menempati beberapa meja dengan teman sebangku mereka. hingga bel berbunyi tak da seorang teman pun yang mau duduk dengannya, mereka merasa jijik dengan anak ini. hingga guru kelas datang mereka hanya menggunjingkan anak ini. sekitar 4 menit kemudian datang seorang siswa laki2 masuk. "kamu telat hari pertama, langsung duduk!",bu dina yang terkenal angker hanya melototi anak laki2 yang bernama putra. anak laki itu terpaksa duduk dengan nita di pojokan kelas."ko....,ejolan gon y....?", anak yang bernama putra itu tengah berbisik dengan anak di meja sampingnya yang bernama komar untuk tukaran tempat duduk."wegah aku, hiii....", dengan menirukan orang yang jijik dengan ulat dia langsung kembali memperhatikan bu dina. putra langsung menjauhkan tempat duduknya dari nita. dan mengumpat sesuatu yang tak jelas, kemudian berdiam diri."nita hanya dapat menahan amarahnya, dia tidak dapat mengeluarkan kemarahannya yang selama ini dia pendam. hanya beberapa tetes mata yang ingin keluar dari matanya sebagai perwakilan luapan emosinya. dia menangis, menderita, "sekejam itukah mereka terhadapku...., sejijik itukah mereka memperlakukan aku...?". pergantian mata pelajaran digunakan oleh para siswa untuk menceritakan cerita liburan mereka yang menarik.tetapi tidak bagi nita. tak seorangpun mau bertanya atau berbicara padanya, sungguh menyedihkan baginya." kamu tu jangan dekat-dekat aku..., agak menjauh sana...!", tu yang keluar dari mulut putra beberapa saat kemudian. terdengar bunyi sepatu dari luar kelas,"selamat siang anak-anak..., sekarang pelajaran ipa biologi..., kalian dah pinjam buku di perpus belum?" pak joned langsung duduk mengambil posisi nyamannya." belum pak, baru nanti setelah istirahat", salah seorang kepala suku kelas itu menyahut.
"ya sudah sekarang ini dicatat dulu, bapak diktekan", pak joned membuka buku ipa nya.
bel istirahat berbunyi. anak-anak keluar kelas menuju kantin yang terletak disudut lorong kelas. disanalah anak-anak dari kelas lain bermuara. tetapi tidak bagi nita, dia hanya duduk di mejanya dan memainkan perahu kertasnya yang dia buat diam-diam ketika pelajaran ipa biologi tadi.sungguh dia ingin pergi kelaut dan menemukkan kesenangan dengan ikan lumba2 dan burung camar yang mengantarnya mengarungi samudra kebebasan. beberapa teman laki2 dan perempuan masuk ke dalam kelas untuk membicarakan gossip dan hal2 tak penting lainnya termasuk cerita tentang dia. segera nita memasukkan perahu kertasnya dan pergi ke toilet, setelah selesai dia pergi ke kantin, dia tau saat dimana kantin akan sedikit sepi dan hanya menyisakan sedikit jajanan juga untuk dia. selama ini dia masih terima terhadap perlakuan teman2 sekelasnya. dia memang merasa bagi aib untuk teman-teman sekelasnya, bahkan tak jarang ketika dia pergi kekantin yang berada di lorong ujung kelas itu teman lain kelas mengejeknya ketika di melewati kelas-kelas mereka. dia hanya mau mempunyai teman yang bisa mengerti dirinya. dan mensupport dia saat itu. tapi yang dia harapkan tidak juga terkabulkan. bel istirahat telah terdengar, seusai makan gorengan dia langsung menuju perpus untuk meminjam buku. da beberapa buku paket yang dipinjamkan 1 buku untuk berdua.sekitar 4 buku paket dia pinjam untuk digunakan berdua dengan putra.jam pelajaran ke 5 semua murid masuk kelas dan memulai pelajaran selanjutnya."nit buku2 yang buat berdua kamu yang bawa pulang, oya jangan lupa kalo da pe er aku pinjem kamu", sambil kelihatan sibuk membuka-buka tasnya putra berbicara pada nita. bagi nita hal itu dia anggap sebagai perhatian temannya kepada nita. tapi nita juga tau betul bagiputra itu adalah siksaan yang harus dia terima beberapa hari selanjutnya selama kelas 1.dalam hati..."sebenarnya nita cuman pingin temen2ku memeperhatikanku, entah mereka mau memperlakukanku sekasar apa. aku terima selama tidak membuatku rugi gila..." , jam terakhir baru saja berbunyi dan ternyata pak ganang sedang ada keperluan. setelah wakil ketua menuju ruang guru piket untuk mengambil tugas, anak-anak telah bercanda dengan anak yang lain. "eh aku da pertanyaan, apa yang kecil item da di luar angkasa?" putra memberi pertanyaan yang takterduga kepada nota. "emmm ...batu langit", jawab nita. " salah, yang benar lalat nemplok di pesawat luar angkasa, ha...ha...ha...", nita ikut tersenyum kecil. sungguh baginya itu adalah gurauan terindah yang ia dapatkan dari seorang yang entah baginya apa pantas disebut sebagai seorang teman. tapi dia senang," beberapa kali putra melontarkan teka-teki lucu kepada nita. " eh lappin sepatku dong kotor nih cepet..!" tiba-tiba putra menyuruh nita untuk membersihkan sepatunya. dia menyuruh nita setelah berbicara dengan komar teman sebelah mejanya. entah apa yang komar katakan kepada putra. dengan terpaksa aku membersihkan sepatunya. putra mengancam meludahi nita jika tidak melakukannya. sungguh kejam.....hari-hari berikutnya tak jauh berbeda, hingga naik kekelas 2, terdapat 2 anak baru yang kesemuanya adalah anak laki2. dia sedikit kecewa kenapa harus 2 orang ?, kenapa tidak 1 orang biar dia dapat duduk seorang diri di kelas. dengan begitu berarti nita harus duduk dengan anak baru yang bernama affan, dia dari madiun. selama semester pertama dia sudah seperti teman-teman lainnya, mmenghina nita, tapi tak pernah dia mau memperlakukan nita atau mengerjai seperti putra.dia hanya sebatas duduk dan mengerjakan tugas seperti biasa. tapi tak pernah dia mau berbicara dengan nita, dia lebih sering berbicara dengan temen-teman lainnya.
"aku maunya plontos aza, pake topi, kerudung atau apalah, biar musnah semua kutu2 di kepalaku", nita membatin dengan penuh amarah. saat itu dikamar tidurnya dia mengunci pintu kamarnya. sehabis pulang dia langsung mengunci pintu kamarnya. dia tengah menuliskan keluh kesahnya selama di kelas tadi. tak terasa di menangis...."aku mau mereka menghargaiku".
liburan semester 1 telah dimulai, 2 minggu lagi dia tak kan bertemu dengan teman-temannya dan hinaan-hinaan itu.agak lega dia.
"2 minggu berlalu dengan cepat,dia kayuh sepeda nya dengan tak semangat. ia tau hari ini dia akan menemukkan teman sebangku yang berbeda lagi," moga aza tidak sekejam yang dulu." nita membatin dan terus memikirkan apa yang akan terjadi nanti di kelas. tanpa di duga dia duduk dengan teguh, seorang anak laki- laki yang kocak dan hitam dengan sebuah tahi lalat di wajahnya, tapi sayang perlakuannya lebih buruk dari yang lain. hari pertama anak-anak bermain dengan karet gelang, mereka para anak laki-laki menggoda anak-anak perempuan dengan karet mereka. sungguh senang kelihatan para anak perempuan yang mereka goda itu.nita hanya bisa melihat dan membayangkan seandainya dia berada di antara para perempuan yang mereka goda.tak terkecuali si teguh yang tak jarang juga jadi sasaran kemarahan anak-anak peremouan. dengan lagaknya yang lucu semua teman-teman tertawa. nita pun tersenyum sedikit. pelajaran segera dimulai. pak joned masuk untuk memberikkan tugas dan pergi ke luar karena ada keperluan. "yes berarti kosong ki...!", teguh yang dari tadi sudah gak betah duduk bersampingan dengan nita segera pindah mendekati teman lainnya untuk mengobrol."weh... da bu berti ke sini, cepet3.....", seorang pentolan di kelas nita membertau bahwa si guru piket tengah berpatroli mencari kegaduhan di kelas.sejenak ruang kelasku sepi.teguhpun kembali ke tempat duduknya, "cah wedok kok raine gedek..., ra nduwe isin,,,", dia segeramen jepretkan karetnya ke arah nita banyak kali dengan cacian yang sangant amat sangat membuat nita marah. tapi hal itu tetap tak membuat nita berontak, dia hanya melongok keluar jendela kelas yang ada disampingnya dan dengan menyembunyikan wajahnya, dia menangis tanpa suara. hanya itu yang bisa ia lakukan, dan 1 hal yang ia ketahui saat itu,dia hanya tau allah akan mengabulkan doa orang-orang yang teraniaya.cukup lama dia mengeluarkan wajahnya."ya allah aku hanya ingin mereka baik padaku, menghargaiku, menganggapku sebagai teman, tapi jika itu tak bisa, mending saat sma, jauhkanlah mereka dari aku, agar aku tak menjadi sasaran hinaan mereka. atau kalau tidak biarkan mereka M**i dengan setan-setan yang menjadi teman mereka di kuburan saja."
sejak saat itu nita lebih menutup diri. bahkan kelas 2 yang berada di ujung kelas dari kelas 2 dan 3 serta ujung yang satunya adalah kantin sekolah harus ia terima hinaan yang lebih menyakitkan dari pada ketika di kelas 1. ia terima hanya untuk pergi ke kantin atau ke toilet. ya ampun, apakah mau tuhan mengabulkan doa-doanya?.
kelas 3 smp tak beda jauh dengan sebelum-sebelumnya. semua teman-temannya masih bersikap sama. hingga kelulusan yang ia tunggu2 pun tiba dan ia terbebas dari anak-anak itu. tapi tuhan berkata lain. ketika dia telah mempertimbangkan sma yang tak mungkin teman-teman smp mau memasukinya karena sma itu didominasi oleh anak perempuan, dia tetap mendapati teman-teman smp disekolah sma nya. tapi karena tidak ada teman sekelas smp yang sekelas dengan nya, dia agak tenang. kini dia memakai kerudung.dia sedikit membuka diri dengan teman-teman barunya.dan hari-harinya diliputi rasa senang telah menemukan seorang teman. kelas 2 kutu telah menghilang, nita mulai berani melantangkan gurauan-gurauan kepada teman-teman atau gurunya saat di kelas. hal itu memebuat teman-teman lain tertawa. dia sudah tak pernah lagi di hina dan merasakan penderitaan seperti saat smp. walaupun da beberapa teman sekelas smpnya yang menjadi ketua gang di kelas lain. masih sering dia mencurigai bahwa teman smpnya itu sedangkan menceritakan tentang dirinya kepada teman-teman lain. tapi perduli amat,,,,. kini dia telah mempunyai teman2 sma. beberapa saat yang lalu dia mendengar bahwa teman smpnya telah tiada. agak sedih memang, tapi dia berharap moga doa-doa yang dulu tidak dikabulkan oleh tuhan semuanya.kini nita memang telah berani membuka diri dengan teman perempuan yang dia akrabi,tapi dia masih sulit untuk berteman dengan makhluk yang bernama laki2. trauma telah ia alami sejak sd dan memuncak saat kelas 2 smp. karena ia hanya tau satu hal, laki2 memang sadis...sekejam kudis.TAK PERNAH MEMBUATMU MATI, TAPI HANYA AKAN MEMBUATMU MALU SEUMUR HIDUPMU.

Minggu, 06 Desember 2009

badrunnnn.....

pagi ni, masih seperti pagi pagi kemarin. aku tak berkeliaran kemana-mana selain disamping pekarangan rumah. maklum aja, sudah seminggu ini aku jadi pengangguran. selain ngeles anak sd di sebuah bimbingan belajar, yah allhamdulilah banget masih da pekerjaan yang dapat aku kerjakan walaupun cuma sampingan. oya kenalin aku badrun, anak ke 3 dari 4 sodara. 2 kakak ku dah pada kawin. adeku ipul, masuk kelas 2 smp. besok katanya mau ujian, giliran aku yang ngasih duit jajan 2000 perak buat dia. kasian bener nih adeku ni. padahal dulu waktu aku smp, gak da duit jajan ya korek-korek tanah, sapa tau nemu duit 500. eh ternyata tai kucing yang ku dapat, ku bungkus aza, sapa tau abis aku timbun di bawah pohon pisang, besoknya jadi duit, he he he.

setelah sebelumnya selesai makan pagi alias breakfirst kata orang barat, aku langsung nyari anduk buat mandi, yah maklum kemarin air keran mati, jadi tau sendiri, polusi udara di ruang makan ngebuat nafsu makan adeku nambah, gimana enggak nambah, jatah ayam gorengku diembat dia sebelum akhirnya ambil tas trus nyelonong keluar sambil lari dan ngucapin salam. sialan, umpatku. terpaksa deh sarapan pake nasi ma sambalnya doang. awas nanti kalo pulang, aku beri pelajaran, umpatku sambil meringis kepedesan makan sambal.

lama aku memikirkan ide ini, dan akhirnya.....,"assalamu'alaikum, ipul pulang ma......k!". terdengar suara adeku pulang. setelah ku lihat dia senyum padaku, langsung ku pasang tampang sebel ke dia tanpa banyak komentar. "masih marah ni?", katanya sambil keluar dari kamar setelah ganti baju.
"menurutmu, gimana?, asal tau aza hari ni kamu makan siang cari sendiri, soalnya makanan yang da dimeja dah jadi bagianku", aku ubah posisi dudukku sambil membuang muka.
sejurus kemudian matanya telah berpindah ke penutup makanan merah yang berada di atas meja. tiba-tiba dia membuka dan langsung mengambil semangkuk penuh dengan sozzis goreng dan slu.....rpt, kemudian dia cepat2 mengunyahnya. aku beraksi sok ngehalang2i dia,"woi kurang ajar banget kamu tu", sambil menghalangi dia untuk memakan sosis, tapi seperti yang telah aku perkirakan, dia pasti langsung mengunyahnya.

dalam kunyahhannya yang ke 4 dia langsung memuntahkan kunyahannya, "busyeet.... sozzis apa sih ni?, basi ya?, kok gak kaya sosis biasanya", seraya keburu ke kamar mandi.
"hwahwahwa.....kasian deh, biar tau rasa", segera saja aku beranjak dari ruang makan menuju ke kamar sambil tertawa terpingkal2.ku kunci kamarku dan langsung ku rebahkan tubuhku sambil ngebayangin apa yang telah terjadi pada adeku tadi.
sebenarnya tadi mang bukan sosis, tapi jamur basi yang dia sendiri gak pernah suka ma jamurnya plus...., basi abis hwa...hwa....hwa....,gini2 aku jago masak, jadi jangan ditanya lagi gimana cara ngebuat sosis jamur basi yang sama sekali gak berbau jamur basi. selesai sudah aku ngerjain adeku ini.

tiba2 pintu kamarku digedor ma dia," hah sebodo amat ma dia, mang enak buat orang marah!", kataku dalam hati."ka...k, buka pintunya dong, aku minta maaf deh, laen...laen...laen...laen...laen... kali gak aku ulangin lagi." timpal adeku dari balik pintu.aku pura2 tidur dan gak menimpali kata2nya. setengah jam dia melakukan keributan di depan kamarku. tapi tiba2 sunyi menghantui ruangan luar kamarku."heh... kemana suara2 itu?, kok gak da lagi?, yah syukur deh, aku mau bobo dulu". wah kebelet nih", bangkit aku dari ranjang menuju kamar mandi. dengan perlahan2 aku susuri ruangan2 menuju toilet agar terhindar dari adeku, karna dia emang supar jail. setengah jam waktu yang aku perlukan untuk keluar dan bersembunyi diantaran perabotan rumah."gila bener, mana nih orang2. tumben sepi bener", kataku dalam hati. walaupun begitu aku tidak ada rasa curiga sdikitpun, karena bisa saja ni adeku sedang merencanakan sesuatu terhadapku. busyeeettt.....sadis.45 menit berlalu. kayanya bener2 tidak ada tanda2 kemunculan adeku. segera aku ngesot dari kolong meja menuju belakang sofa yang berada di dsisi kanan.wah suhu badanku semakin tinggi,keringat mulai bercucuran karena menahan hiv(Hasrat Ingin Vivis).aku memang harus ekstra hati2. seelumnya aku pernah diguyur pake minyak goreng se ember penuh, sebenarnya sih bukan kesengajaan guyur pake minyak goreng, tapi karena kelalaian ibu ku yang baru aza beli minyak goreng tapi malah disangkanya air dia tuang ke ember, dan apesnya adeku inig ngeguyurku dengan air. aku marah habis2n waktu itu. gimana tidak badanku licin semua.tapi semua orang dirumahku termasuk ibu bapak malah ketawa terbahak2 melihat tingkahku.alhasil aku pun juga ikut tertawa2 juga.

karena itu lah aku harus ekstra hati2. hampir 1 jam telah berlalu. wah pokoknya gak da urusan ma adeku. warning alarm telah berbunyi, segera aku keluar dari persembunyianku dan lari menuju toilet.setelah selesai aku segera keluar dari toilet, tapi tetap saja tak ku dapati para penghuni rumah. aku segera lari menuju kamar adeku, ibu, halaman belakang, dan benar2 tak ada orang. kemana semua orang?. dengan tampang yang awut2an dan lemes aku menuju ruang tengah. diatas menja makan terdapat secarik kertas dengan beberapa larik tulisan. segera aku membacanya.
di kertas tertulis.
"MAAF YA KAK...., KALI INI AKU LAGI GAK BISA NGERJAIN KAMU.SOALNYA AKU DAN IBU NGANTER MBAK AISYA KE RUMAH SAKIT, DIA MAU NGELAHIRIN. OYA PESAN DARI IBU. LANGSUNG KELUAR KAMAR AZA. DI MEJA ADA NASI KUCING 2 BUNGKUS.JANGAN DIHABISIN SEMUA YA...., KASIHAN SI PUSRI(KUCING) NANTI KELAPARAN. YANG SEBUNGKUS DIKASIH PUSRI, TADI AKU GEDOR2 TAPI KAMU KAYANNYA MASIH MARAH".

seketika itu juga aku langsung jatuh lemes, kenapa ndak sms saja ya tadi. pasti aku gak kan sembunyi2 selama hampir 1 jam an sambil nahan pipis. sialan.
aku segera mengambil ha dari saku celanaku dan mengetikkan sms pada adeku. "kenapa gak sms aja sih, aku tersiksa selama 1 jam sambil nahan pipis gara2 ulahmu.gimana sehat2 aja kan mbak aisya?",
pesanku dibalas."iya maaf, soalnya disini panik banget, jadi gak sempat mikirin kakakku yang ganteng ini he3,syukur alhamdulillah semuanya baek2 aza, bayinya laki2. dah baca pesen diatas meja makan to?, kalo gak da aku jangan berantem ma pusri ya hwahwahwa..."
segera aku mencari bungkusan itu, dan benar pepes teri untuk pusri dan bungkusan 1nya tempe ma telor.terpaksa aku memakan tempe ma telor, sedangkan bungkusan satunya aku kasih pusri. ku lihat pusri tengah asik menjilati bulu ekornya,segera kupanggil dan tak lama kemudian ia menghampiriku dengan manjannya. sambil melihatnya makan aku pun telah terhanyut dengan bujukan tempe dan telor. kubuka bungkusan itu, mulai aku menjejali mulutku dengan nasi dan tempe berikutnya telornya. sambil melihat pusri aku berkata,"hari ini nasibmu sungguh mujur dari pada majikanmu pus".

Sore ini setelah aku mandi, aku habiskan waktuku menonton televisi dan sesekali membolak-balik majalah olahraga.hampir menjelang maghrib tapi tidak ada tanda-tanda kepulangan mama dan adeku. Ku ambil hp dan segera aku mengetikkan sms kepada adeku.”de, ko belum pulang, semau baek-baek aza kan?”
Beberapa saat kemudian ada pesan masuk dari adeku,”iya, lancar –lancar aza kok kak, Cuma da 1 hal yang kurang beres. Mama belum mau pulang ke rumah, katanya dia mau nemenin kak aisya.”
Sambil mengganti channel tv dan memakan cemilan ku balas sms darinya.”ya dah, kamu tinggal aja mama disitu. Gak bakalan da yang berani ganggu deh kalo da mama hehehe”.
“ok deh, aku pamitan ma mama dulu ya....”.jawabnya.
Suara motor vespa papa sudah terdengar sangat jelas walupun masih sekitar 500 meter,mesinnya memang bagus, tapi, knalpotnya yang gak mau diganti yang standar.”papa kan juga punya alasan untuk mempertahankannya.biar kamu langsung sigap ketika ayah sudah pulang”,ayah selalu saja punya alasan yang aneh untuk membuatku tak berkutik, “emmm....”,kalau sudah begitu aku hanya bisa tersenyum kecut pada ayahku. Karena sebelumnya pernah da kejadian lucu .
Ceritanya begini,.......,waktu itu mama dan adeku sedang berlibur dirumah kakek. Rencananya menginapselama 2 hari. Sedangkan aku , hari itu ada kegiatan hiking dan sesuai jadwal akan selesai sekitarpukul 7 malam. Sampai dirumah aku langsung masuk kamar dan tidur.pukul setengah delapan papaku pulang.diketuknya pintu depan, tapi tidak ada yang membukakan pintu, papa mencoba mengetuk lagi dengan agak keras, 4 ketukan....8 ketukan.....12 ketukan, mustahil tidah ada orang pikir ayahku.dia menuju samping rumah, ke jendela kamar ibu, tapi tidak ada ibu. Ke jendela kamar adeku pun sepi. Dan terakhir jendela kamarku. Papa gedor-gedor jendela kamarku,”drun....drun.....bukain pintu dong papa....!!!, papa dah dari tadi ketok-ketok pintu tapi ndak da yang bukain. Aku benar-benar tertidur pulas dan tak da sesuatupun yang bisa menggaggu kenyamananku beristirahat termasukkeributan yang terjadi di luar jendela kamarku.hammpir jam delapan dah papa masih diluar. Muka papa yang tadi kusut kini berubah menjadi tampang seorang einstein yang baru saja menemukan sebuah penemuan baru. Diambilnya hp dari tas, “cari nomornya badrun....., nah ketemu, saatnya....”sambil tersenyum dia tahan suara ketawanya.kriiii....k,.....kriiiikkkkk,,,,,,,kriiiiiiik,,,,,kriiiiiik,kriiiiikkk,,,,,,kriiiiik,hpku berbunyi suara jangkrik, yang sebelumnya aku memang telah mengatur nada dering untuk tiap orang di keluargaku yang menelfon di hpku. Nada dering papa adalah jangkrik, karena kalo marah, buat kuping gatal, kokokkan ayam untuk ibu yang tiap pagi bangunin aku, dan yang terakhir lenguhan sapi jantan untuk adeku yang bandel dan jarang ngebantuin kerjaanku. Dengan agak malas aku angkat telfon itu.”halow...., da pa....,nglembur ya, mama ma ade pergi ketempat kakek, katanya mau nginep 2 hari”.suara dari sebrang,”woi..... badrun.... papa kekunci ni...tolong dong bukain”.
“kan papa dikantor minta tolong ma satpamnya dong pa. Kan yang bawa kunci tukang satpamya. Masak badrun suruh ke kantor papa Cuma buat bilang ke tukang satpam papa untuk bukain pintu ruangnnya papa, kan gak lucu, ni badrun juga capek, tadi abis pulang hiking, jadi....”, belum sempat aku selesai bicara tiba2 ,“ngreee......ng....trontong...tong...tong....tong.....tong......ngreeeeeeeeeee......ng....ngreeeeeeeng....ngreeeeeeee......ng......trontong........tong...tong.....”.saking kagetnya dengan bunyi yang dah amat sangat aku kenal itu, sampai terlemparlah hpku ke lantai kamar. Dan yang gak kalah terkejutnya suara itu berasal dari halaman rumah. Barulah aku tersadar aku bangun dari ranjang,kucek- kucek mata ambil hp. Dan berlari ke halaman depan untuk membukakan pintu. Papa baru saja mematikan motor vespanya dan segera menuntun vespanya masuk ke rumah dengan diiringi teriakkan tetanggaku yang merasa terganggu dengan ulah papa.aku yang setengah sadar memperhatikkan ayah sejenak,begitu pula dengan papa yang ingin memarahiku, tapi tiba-tiba.....hwahwahwahwa..........ayah malah tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkahku, aku pun ikut tertawa melihat ayahku yang lucu bangget deh tampangnya.... Malam itu kami masih menceritakan apa yang kami alami dan dengan menahan tawa yang tidak bisa disembunyikan lagi papa menasehatiku juga.


....(*ceritanya nyambung laen kali lagi aja ya.......

bahasa inggris? gimana mempelajarinya?

aku sebenarnnya pingin banget cas cis cus pake bahasa inggris dengan lancar, yah palingg enggak bahasa pasaran aja dulu. aku jadi pingin punya temen ngobrol yang terbiasa pake inggris tapi dia juga bisa bahasa indonesia. jadi kalo aku mau ngobrol ma dia gak takut salah. kiera-kiera ada gak yang mau ngobrol ma aku. yah mang cuman basa-basi dulu. karna gak terlalu banyak kosa kata inggris yang aku kuasai. kadang sempat terlintas dalam pikirannku. wah aku pingin jadi guide aja. umpamanya ke prambanan terus aku langsung nyamperin bule. akum lancarkan serangan bego ku ke mereka dengan bahasa pasaranku.
pernah aku coba chatting dengan orang australia,singapura, malaysia. tapi bahan pembicaraan mereka yang gak ngenakiin. mau ngikut chat tapi gak mudeng yang mw ditulis. yach percuma.
da yang mau gak ni ngebantu aku belajar bahasa inggris?