seorang anak smp kelas 1 tengah asyik mengayuh sepedanya dengan riang. yah...,hari ini adalah hari pertama masuk kelas setelah liburan panjang semesteran. dia datang agak pagi untuk mendapatkan tempat duduk terbaik. paling belakang....,itu yang dia pikirkan saat ini.
tiba di kelas, beberapa anak telah menempati beberapa meja dengan teman sebangku mereka. hingga bel berbunyi tak da seorang teman pun yang mau duduk dengannya, mereka merasa jijik dengan anak ini. hingga guru kelas datang mereka hanya menggunjingkan anak ini. sekitar 4 menit kemudian datang seorang siswa laki2 masuk. "kamu telat hari pertama, langsung duduk!",bu dina yang terkenal angker hanya melototi anak laki2 yang bernama putra. anak laki itu terpaksa duduk dengan nita di pojokan kelas."ko....,ejolan gon y....?", anak yang bernama putra itu tengah berbisik dengan anak di meja sampingnya yang bernama komar untuk tukaran tempat duduk."wegah aku, hiii....", dengan menirukan orang yang jijik dengan ulat dia langsung kembali memperhatikan bu dina. putra langsung menjauhkan tempat duduknya dari nita. dan mengumpat sesuatu yang tak jelas, kemudian berdiam diri."nita hanya dapat menahan amarahnya, dia tidak dapat mengeluarkan kemarahannya yang selama ini dia pendam. hanya beberapa tetes mata yang ingin keluar dari matanya sebagai perwakilan luapan emosinya. dia menangis, menderita, "sekejam itukah mereka terhadapku...., sejijik itukah mereka memperlakukan aku...?". pergantian mata pelajaran digunakan oleh para siswa untuk menceritakan cerita liburan mereka yang menarik.tetapi tidak bagi nita. tak seorangpun mau bertanya atau berbicara padanya, sungguh menyedihkan baginya." kamu tu jangan dekat-dekat aku..., agak menjauh sana...!", tu yang keluar dari mulut putra beberapa saat kemudian. terdengar bunyi sepatu dari luar kelas,"selamat siang anak-anak..., sekarang pelajaran ipa biologi..., kalian dah pinjam buku di perpus belum?" pak joned langsung duduk mengambil posisi nyamannya." belum pak, baru nanti setelah istirahat", salah seorang kepala suku kelas itu menyahut.
"ya sudah sekarang ini dicatat dulu, bapak diktekan", pak joned membuka buku ipa nya.
bel istirahat berbunyi. anak-anak keluar kelas menuju kantin yang terletak disudut lorong kelas. disanalah anak-anak dari kelas lain bermuara. tetapi tidak bagi nita, dia hanya duduk di mejanya dan memainkan perahu kertasnya yang dia buat diam-diam ketika pelajaran ipa biologi tadi.sungguh dia ingin pergi kelaut dan menemukkan kesenangan dengan ikan lumba2 dan burung camar yang mengantarnya mengarungi samudra kebebasan. beberapa teman laki2 dan perempuan masuk ke dalam kelas untuk membicarakan gossip dan hal2 tak penting lainnya termasuk cerita tentang dia. segera nita memasukkan perahu kertasnya dan pergi ke toilet, setelah selesai dia pergi ke kantin, dia tau saat dimana kantin akan sedikit sepi dan hanya menyisakan sedikit jajanan juga untuk dia. selama ini dia masih terima terhadap perlakuan teman2 sekelasnya. dia memang merasa bagi aib untuk teman-teman sekelasnya, bahkan tak jarang ketika dia pergi kekantin yang berada di lorong ujung kelas itu teman lain kelas mengejeknya ketika di melewati kelas-kelas mereka. dia hanya mau mempunyai teman yang bisa mengerti dirinya. dan mensupport dia saat itu. tapi yang dia harapkan tidak juga terkabulkan. bel istirahat telah terdengar, seusai makan gorengan dia langsung menuju perpus untuk meminjam buku. da beberapa buku paket yang dipinjamkan 1 buku untuk berdua.sekitar 4 buku paket dia pinjam untuk digunakan berdua dengan putra.jam pelajaran ke 5 semua murid masuk kelas dan memulai pelajaran selanjutnya."nit buku2 yang buat berdua kamu yang bawa pulang, oya jangan lupa kalo da pe er aku pinjem kamu", sambil kelihatan sibuk membuka-buka tasnya putra berbicara pada nita. bagi nita hal itu dia anggap sebagai perhatian temannya kepada nita. tapi nita juga tau betul bagiputra itu adalah siksaan yang harus dia terima beberapa hari selanjutnya selama kelas 1.dalam hati..."sebenarnya nita cuman pingin temen2ku memeperhatikanku, entah mereka mau memperlakukanku sekasar apa. aku terima selama tidak membuatku rugi gila..." , jam terakhir baru saja berbunyi dan ternyata pak ganang sedang ada keperluan. setelah wakil ketua menuju ruang guru piket untuk mengambil tugas, anak-anak telah bercanda dengan anak yang lain. "eh aku da pertanyaan, apa yang kecil item da di luar angkasa?" putra memberi pertanyaan yang takterduga kepada nota. "emmm ...batu langit", jawab nita. " salah, yang benar lalat nemplok di pesawat luar angkasa, ha...ha...ha...", nita ikut tersenyum kecil. sungguh baginya itu adalah gurauan terindah yang ia dapatkan dari seorang yang entah baginya apa pantas disebut sebagai seorang teman. tapi dia senang," beberapa kali putra melontarkan teka-teki lucu kepada nita. " eh lappin sepatku dong kotor nih cepet..!" tiba-tiba putra menyuruh nita untuk membersihkan sepatunya. dia menyuruh nita setelah berbicara dengan komar teman sebelah mejanya. entah apa yang komar katakan kepada putra. dengan terpaksa aku membersihkan sepatunya. putra mengancam meludahi nita jika tidak melakukannya. sungguh kejam.....hari-hari berikutnya tak jauh berbeda, hingga naik kekelas 2, terdapat 2 anak baru yang kesemuanya adalah anak laki2. dia sedikit kecewa kenapa harus 2 orang ?, kenapa tidak 1 orang biar dia dapat duduk seorang diri di kelas. dengan begitu berarti nita harus duduk dengan anak baru yang bernama affan, dia dari madiun. selama semester pertama dia sudah seperti teman-teman lainnya, mmenghina nita, tapi tak pernah dia mau memperlakukan nita atau mengerjai seperti putra.dia hanya sebatas duduk dan mengerjakan tugas seperti biasa. tapi tak pernah dia mau berbicara dengan nita, dia lebih sering berbicara dengan temen-teman lainnya.
"aku maunya plontos aza, pake topi, kerudung atau apalah, biar musnah semua kutu2 di kepalaku", nita membatin dengan penuh amarah. saat itu dikamar tidurnya dia mengunci pintu kamarnya. sehabis pulang dia langsung mengunci pintu kamarnya. dia tengah menuliskan keluh kesahnya selama di kelas tadi. tak terasa di menangis...."aku mau mereka menghargaiku".
liburan semester 1 telah dimulai, 2 minggu lagi dia tak kan bertemu dengan teman-temannya dan hinaan-hinaan itu.agak lega dia.
"2 minggu berlalu dengan cepat,dia kayuh sepeda nya dengan tak semangat. ia tau hari ini dia akan menemukkan teman sebangku yang berbeda lagi," moga aza tidak sekejam yang dulu." nita membatin dan terus memikirkan apa yang akan terjadi nanti di kelas. tanpa di duga dia duduk dengan teguh, seorang anak laki- laki yang kocak dan hitam dengan sebuah tahi lalat di wajahnya, tapi sayang perlakuannya lebih buruk dari yang lain. hari pertama anak-anak bermain dengan karet gelang, mereka para anak laki-laki menggoda anak-anak perempuan dengan karet mereka. sungguh senang kelihatan para anak perempuan yang mereka goda itu.nita hanya bisa melihat dan membayangkan seandainya dia berada di antara para perempuan yang mereka goda.tak terkecuali si teguh yang tak jarang juga jadi sasaran kemarahan anak-anak peremouan. dengan lagaknya yang lucu semua teman-teman tertawa. nita pun tersenyum sedikit. pelajaran segera dimulai. pak joned masuk untuk memberikkan tugas dan pergi ke luar karena ada keperluan. "yes berarti kosong ki...!", teguh yang dari tadi sudah gak betah duduk bersampingan dengan nita segera pindah mendekati teman lainnya untuk mengobrol."weh... da bu berti ke sini, cepet3.....", seorang pentolan di kelas nita membertau bahwa si guru piket tengah berpatroli mencari kegaduhan di kelas.sejenak ruang kelasku sepi.teguhpun kembali ke tempat duduknya, "cah wedok kok raine gedek..., ra nduwe isin,,,", dia segeramen jepretkan karetnya ke arah nita banyak kali dengan cacian yang sangant amat sangat membuat nita marah. tapi hal itu tetap tak membuat nita berontak, dia hanya melongok keluar jendela kelas yang ada disampingnya dan dengan menyembunyikan wajahnya, dia menangis tanpa suara. hanya itu yang bisa ia lakukan, dan 1 hal yang ia ketahui saat itu,dia hanya tau allah akan mengabulkan doa orang-orang yang teraniaya.cukup lama dia mengeluarkan wajahnya."ya allah aku hanya ingin mereka baik padaku, menghargaiku, menganggapku sebagai teman, tapi jika itu tak bisa, mending saat sma, jauhkanlah mereka dari aku, agar aku tak menjadi sasaran hinaan mereka. atau kalau tidak biarkan mereka M**i dengan setan-setan yang menjadi teman mereka di kuburan saja."
sejak saat itu nita lebih menutup diri. bahkan kelas 2 yang berada di ujung kelas dari kelas 2 dan 3 serta ujung yang satunya adalah kantin sekolah harus ia terima hinaan yang lebih menyakitkan dari pada ketika di kelas 1. ia terima hanya untuk pergi ke kantin atau ke toilet. ya ampun, apakah mau tuhan mengabulkan doa-doanya?.
kelas 3 smp tak beda jauh dengan sebelum-sebelumnya. semua teman-temannya masih bersikap sama. hingga kelulusan yang ia tunggu2 pun tiba dan ia terbebas dari anak-anak itu. tapi tuhan berkata lain. ketika dia telah mempertimbangkan sma yang tak mungkin teman-teman smp mau memasukinya karena sma itu didominasi oleh anak perempuan, dia tetap mendapati teman-teman smp disekolah sma nya. tapi karena tidak ada teman sekelas smp yang sekelas dengan nya, dia agak tenang. kini dia memakai kerudung.dia sedikit membuka diri dengan teman-teman barunya.dan hari-harinya diliputi rasa senang telah menemukan seorang teman. kelas 2 kutu telah menghilang, nita mulai berani melantangkan gurauan-gurauan kepada teman-teman atau gurunya saat di kelas. hal itu memebuat teman-teman lain tertawa. dia sudah tak pernah lagi di hina dan merasakan penderitaan seperti saat smp. walaupun da beberapa teman sekelas smpnya yang menjadi ketua gang di kelas lain. masih sering dia mencurigai bahwa teman smpnya itu sedangkan menceritakan tentang dirinya kepada teman-teman lain. tapi perduli amat,,,,. kini dia telah mempunyai teman2 sma. beberapa saat yang lalu dia mendengar bahwa teman smpnya telah tiada. agak sedih memang, tapi dia berharap moga doa-doa yang dulu tidak dikabulkan oleh tuhan semuanya.kini nita memang telah berani membuka diri dengan teman perempuan yang dia akrabi,tapi dia masih sulit untuk berteman dengan makhluk yang bernama laki2. trauma telah ia alami sejak sd dan memuncak saat kelas 2 smp. karena ia hanya tau satu hal, laki2 memang sadis...sekejam kudis.TAK PERNAH MEMBUATMU MATI, TAPI HANYA AKAN MEMBUATMU MALU SEUMUR HIDUPMU.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
sungguh memilukan.....
BalasHapus