Selasa, 12 Juli 2011

Peacefull

"Hmm....kenapa aku pilih kata2 itu? Aku suka ketenangan, aku suka kesendirian....tak perlu ada orang yang ngebuat aku repot",
siang itu terlihat seorang cewek tengah berteriak diantara keriuhan kota batam dibawahnya, dia berada disebuah bangunan tingkat 11 yang terhenti pembangunannya dan teronggok begitu saja,

tiba2 terlihat airmata nya menetes deras,tak lama kemudian dia pun tersungkur jatuh kelantai....

Angin mulai menerbangkan rambutnya yang tergerai panjang, fay pun terbangun karena merasakan tubuhnya kedinginan. Setelah sadar bahwa dirinya baru bangun dari pingsannya. Dia segera merapikan diri dan mulai menuju tangga beton untuk turun.

Begitu sampai lantai 1 dia terkejut...,seorang cowok tengah menunggu diatas sepeda MB nya.
Tanpa bicara,fay langsung berjalan cepat berusaha ngehindar cowok itu.

"Fay.....!",
merasa fay tidak menhiraukan panggilannya, dia langsung mengayuh sepedanya kearah fay.

Cowok itu mengayuh sepedanya berusaha untuk menjajari fay,

"fay,,,,",
karena panggilannya yang kedua tetap dihiraukan, bahkan fay malah mulai mempercepat jalannya setengah berlari.cowok itu pun segera mengayuh kedepan fay dan menhalangi lajunya,

"ciii.....t,ssssrrrt...!", bunyi rem speda cow itu membuat kaget fay dan menghentikan lajunya.
Cowok itu melihat air mata fay mulai membahasi pipi gadis itu, segera dia menghardik fay, tapi sebelum dia sempat memegang bahu fay, fay langsung memukul2nya, berusaha untuk menghindar,

cowok itu berhasil memegang bahu fay, tapi tak bisa menghentikan pukulan fay kearah tubuhnya.

"fay.....,fay.......,!",tangis fay mulai menjadi,dan melampiaskan semua emosinya, cowok itu mengguncang2 tubuh fay dengan keras, berharap fay sadar dari emosinya....

Fay..!!!", dengan teriakan keras dan guncangan hebat, tangis fay agak mereda, dan pukulannyapun terhenti karena kelelahan.
Cowok itu pun mulai bicara, setelah semuanya mulai terkendali.

"fay, lo boleh marah ma irma, bayu, mamamu, atopun siapa saja, tapi biarkan aku antar kau pulang, mereka mungkin cemas.

Setelah dirasa fay cukup tenang dan bisa berpikir,cowok itu melepaskan tangannya dan mengambil sepedanya yang dia jatuhkan tadi,begitu cowok itu menaiki sepedanya,dia mengulurkan tangannya ke fay,
tanpa ekspresi, fay mulai bergerak untuk naik sepeda.

Dalam perjalanan semua terasa sepi, hanya deru kendaraan yang meramaikan suasana disepanjang jalan mereka, namun cowok itu tau, tak tepat rasanya jika dia bicara dengan fay saat itu.

Begitu sampai rumah, fay langsung turun, tak terlihat kepanikan dari dalam rumahnya, agak ragu fay melangkah krumahnya,
"fay, percayalah, semua baik2 saja",
fay melihat sejenak ke arah cowok itu dan mulai melangkah kan kakinya ke rumah.

Cowok itu pun pergi....

**
"hahahaha....hahahaha.....",
suara siang itu tampak gaduh di salah satu sudut ruang tamu, 2 anak kecil tengah bermain colek2an bedak,

"kalian tu berisik, main di luar sana....!", sambil melempar buku yang dibawanya ke arah meja dekat anak2 itu bermain, fay mulai marah.

"ah kakak ni, kalau pulang sekolah pasti marah-marah terus, gak senang liat kita main ya?", irma yang baru duduk kelas 1smp mulai terusik

"eh loe, anak kecil tau apa?udah sana maen diluar sama bayu!",

"orang ade maunya maen disini ma kakak kok ka?", kata bayu dengan lugunya,

"eeeh....., kalian mau...",
belum sempat di menyelesaikkan kata2nya, dari dapur keluar ibunya,

"kamu tu kenapa si fay?gak pernah suka ngliat adek2mu maen?", tanya mamanya lembut.

"mereka itu berisik, buat pikiran gwe kacau tau?", fay meninggalkan mereka dan langsung pergi ke kamarnya.

"Ya sudah, kalian berdua, maen diluar dulu ya, kasihan kakakmu, si fay, mungkin dia marah karena capek aja",mama menjelaskan kepada irma dan bayu. Mereka pun langsung bermain di luar.

Mama tau kebiasaan fay, kalu lagi marah, dia tak ingin diganggu oleh apa pun, tapi akir2 ni setiap dia pulang sekolah pasti marah, terlintas dari pikiran mama untuk bertanya kepada anak pertamanya itu,apa yang sedang terjadi. Tapi pertanyaan itu tak pernah terlontarkan dari mulut mama. Mama ingin mencari waktu yang tepat untuk bertanya.

Siang itu, seperti biasanya fay langsung masuk kamar, membanting pintu kamarnya dengan keras, mama yang melihat sikap fay mulai resah. Tak lama kemudian keluar fay dengan pakaian biasa, dia hendak minum karena kehausan,

"fay, kamu sebenarnya kenapa fay?, beberapa minggu ni mama perhatikan kamu selalu marah, cerita ke mama dong sayang", kata mamanya penuh perhatian.

Baru 2 teguk air yang fay minum, fay langsung meletakkan gelasnya,
"fay, sebenarnya marah ngedengerin orang2 ma temen2 fay ngomongin tentang bapak, udah hampir 2 tahun bapak gak pulang mama, dan mama sepertinya tak pernah menanggapi omongan mereka", kata fay kesal.
Mamanya hanya diam,

fay langsung duduk termenung dikursi sampingnya,
"selama ini fay percaya dengan jawaban mama, kalau bapak itu sedang kerja di amerika, tapi beberapa bulan ini...
Nyambung besok yah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar