Rabu, 13 Juli 2011

Peacefull part2.

"selama ini fay percaya dengan jawaban mama, kalau bapak itu sedang kerja di amerika, tapi beberapa bulan ini fay mendengar berita yang gak ngenakin soal bapak, bapak selingkuh disana, bapak dah punya anak, bahkan bapak pura2 tak kenal, itu berarti bapak itu jahat kan ma?, kalau mama tahu, kenapa harus ditutupi, kenapa mama menyiksa diri sendiri, kenapa mama tak menceraikan bap....",

"plaaak.....", sebuah tamparan yang tak keras mendarat di pipi fay, mata mama menyorot tajam ke arah fay, jauh didalam matanya terlihat bahwa mama tidak senang mendengar ucapan fay,fay tak menyangka mama bisa menjadi semarah itu,
"fay gak mau punya bapak seperti itu!", fay mulai meneteskan matanya dan lari keluar rumah.

Mama menyesal telah menampar putri kesayangannya. Ingin rasanya mama menjelaskan semuanya kepada fay agar apa yang didengar orang itu tak perlu dirisaukan lagi. Tapi sayang fay sudah tak nampak.

Sore itu dimas mengayuh sepedanya dengan santai, dia ingin meminjam buku catatan milik fay, dia sudah menyusun rencana untuk mengerjai fay, dimas tak ingin segera mengembalikan buku catatan fay sampai fay mengambilnya sendiri,

"pasti, seru ngerjai si fay, ",pikir dimas sore itu, tapi begitu dia mau belok kearah rumah fay, nampak seorang cewek berlari tergesa2, dimas sempat beradu pandang dengan cewek itu sebentar, hingga akhirnya cewek itu mengalihkan pandangannya dan terus berlari. Terlihat matanya agak sembab, dan dia menghilang diantara dinding2 rumah warga.

Ada perasaan tak enak dalam diri dimas, tapi dia tetap mengarahkan laju sepedanya ke arah rumah fay. Belum sempat dia turun dari sepedanya, mama fay keluar dan menghampiri dimas,

"nak dimas, fay lagi gak ada di rumah, nak dimas ada perlu apa? Biar nanti saya sampaikan ke fay", mama fay bertanya dengan suara parau, mukanya yang sembab agak ditutupi.

"emmm...., ya sudah tante, laen kali aja, permisi tante", begitu tau kalau fay lagi marah, dimas langsung permisi. dimas segera mengejar fay,berharap dapat menemukan fay karena langit mulai gelap.

Dikayuhnya sepeda MB itu dengan cepat, agak ragu dia memilih tikungan2 mana yang dilalui fay, hingga akirnya dimas melihat sekelebatan tubuh yang tak asing baru saja belok menuju sebuah bangunan bertingkat yang belum jadi. Dimas hentikan sepedanya disana, sorot matanya menandakan kecemasan, tapi dimas tak ingin mengambil resiko jika dia harus berhadapan dengan sosok itu dalam suasana seperti ini. Lebih baik dia mengawasi dari sini.

Setengah jam kemudian terdengar teriakan, seperti pelampiasan amarah yang akhirnya disusul keheningan malam.

"fay, baik2 sajakah kau disana?", hanya kata2 itu yang keluar dari mulut dimas. kecemasan menyelimutinya karena hampir 3 jam dimas tak melihat sosok fay turun dari gedung itu. Ia tahu betul fay tak ingin diganggu oleh siapapun ketika marah.

Beberapa bulan ini fay selalu tak betah dikelas, dia selalu pergi ke perpus. Tapi bukan untuk membaca atau pun menonton tv, dia hanya akan mencari tempat duduk paling ujung di pojok perpus, duduk, merebahkan kepalanya ke meja dan menutupi kepalanya dengan buku.

Pernah suatu kali ketika dimas ingin menonton tv, dia melihat fay sedang di salah satu sudut perpus, dimas urungkan niatnya untuk menonton tv, kemudian menghampiri fay,

"fay, kamu dicari sama deni tuh, katanya dia mau bales jitak lo, gara2 kamu nempelin kertas dipunggungnya tadi pagi, hahahah.....", belum sempat dimas menyelesaikkan tawanya, sebuah telapak tangan yang dirapatkan sudah berada di depan mukanya, tanda bahwa fay tak ingin diganggu.
"don't disturb me for e few minute!",Fay beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari perpus meninggalkan dimas.

Kebiasaan itu sudah dimas ketahui awal kelas 2 sma. Tapi begitu di dalam kelas semuanya akan kembali seperti biasa dengan kejailan2 dan keceriaan fay.
Dimas berfikir kalau itu memang kebiasaan fay yang hanya sementara, tapi ternyata salah, karena dia juga mendengar kalau semua orang menyalahkan bapak fay yang sudah 2 tahunan pergi meninggalkan keluarga fay tanpa alasan yang jelas, tanpa menafkahi keluarganya fay, dan kabar yang lebih mengejutkan adalah foto2 bapak fay bersama dengan seorang ibu dan 2 orang anak di daerah amerika.

Kebiasaan fay diperpus mungkin pelarian dari masalah ini, tapi semakin lama emosinya menjadi tak terkendali, di kelas fay mulai sering menyendiri dan diam saat di kelas. Dimas yang merasakan perubahan itu mencoba untuk menghibur fay. Tapi apa daya, setiap dimas mulai untuk bergurau dengan fay, fay langsung menghentikan dimas dan pergi.

"mungkin malam ini adalah puncak dari emosi fay selama ini", batin dimas dalam hati.

Selang beberapa menit kemudian fay muncul dari balik gedung itu. Begitu melihat dimas, fay langsung pergi, dimas segera menyusul dan mencoba untuk bertanya. Tetapi karena tak da hasil, dimas menghentikan fay dengan sepedanya.

Dimas berusaha menenangkan fay, namun fay terus memukuli dimas, begitu kelelahan fay menghentikan pukulannya.

Go to next part...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar