Jumat, 11 Maret 2016

peacefull part.3

Dimas berusaha menenangkan fay, namun fay terus memukuli dimas, begitu kelelahan fay menghentikan pukulannya.

"loe kenapa fay?, apa gak cukup membuat yang lain khawatir?" tanya dimas pelan.

"loe tu gak tau, gue sesek ngedengerin obrolan orang-orang tu. loe gak ngerasain makanya loe gak tau. gue yang ngerasain selama ini.", jawab fay

"soal bapakmu?, hemmmfff....", sebuah helaan dimas dan kemudian diam.

"loe gak bisa menilai bapakmu hanya dari orang lain. tanya dulu baik-baik dari mamamu. atau, mungkin kamu lebih percaya orang lain dari pada mamamu sendiri?"

"bukti dah ada dan mama tidak terkejut sama sekali, apalagi coba?!", suara fay mulai meninggi.

"lebih baik sekarang loe pulang ke rumah, ayo naik, biar gue antar loe.", ajak dimas sambil memutar balik sepedanya.

beberapa saat kemudian fay telah naik ke sepeda dimas dan mereka pun menghilang dari pandangan.

"fay, kamu dari mana?, eh..,  terima kasih nak dimas dah anterin fay pulang",

 fay beradu pandang dengan mamanya beberapa saat kemudian masuk kedalam rumah, sedangkan dimas pamit pulang setelah menjawab pertanyaan mama fay.

pintu kamar fay tiba-tiba diketuk, tampak mama fay agak ragu untuk masuk, tetapi begitu melihat fay tidur telungkup dikamar tanpa merespon. mama fay melanjutkan langkahnya mendekati anak sulungnya.

"fay penasaran tentang kabar bapak?, mama minta maaf atas kejadian tadi. fay tidak perlu mendengarkan orang lain".

"foto...!," fay setengah berteriak,
" mama tidak tau tentang foto bapak dengan perempuan lain dan anaknya?"

"mama tau, dan itu foto lama, mama tau siapa perempuan itu. dan itu bukan isteri papa di sana seperti yang orang bilang. dia adik kandung bapakmu. tante Rima yang kebetulan bertemu disana", jelas mama fay.

"mama tidak kangen dengan bapak?, mama tidak pernah membicarakan bapak selama ini?", air mata fay mulai mengalir deras,

"atau,.., tidak..tidak...,jangan bilang kalian bercerai, fay tidak mau kal....",

"bapakmu dah meninggal", sebuah kalimat yang begitu cepat terlontar dari mulut mama fay.

"sebuah kecelakaan di tempat bapak bekerja membuatnya terjatuh ke laut dan terseret ombak. pencarian sudah dilakukan tetapi jasadnya tidak pernah ditemukan, 10 bulan yang lalu."

"mama ingin menunjukkan dan memberitahukan ini ke kamu fay, tapi mama tidak tahu bagaimana menyampaikannya ke kamu., maafin mama fay...,"mama fay menghela nafas panjang.

"ikut mama fay, mama ingin menunjukkan sesuatu...", ajak mama seraya keluar menuju kamarnya.

sebuah kotak kardus dikeluarkan mama fay dari lemarinya.

"ini adalah barang-barang bapakmu yang dikirim dari tempatnya bekerja, pihak perusahaan telah meminta maaf atas kecelakaan tersebut dan mengurus semua administrasinya."

sebuah foto tampak dikeluarkan dari kardus, seragam safety dan juga helm keselamatan. fay memandangi foto tersebut dengan berurai air mata, tak disangka berita itu membuatnya tak bisa berkata-kata walaupun dalam hatinya kecewa karena mamanya tidak memberitahukannya dari awal.

"mama tidak ingin anak-anak mama sedih mendengar berita ini.". ujar mama kemudian

"mama harusnya memberitahukan ini ke fay, fay bisa diajak mama berbagi, fay udah gede ma, fay bukan anak kecil yang bisa dibohongi.", kata fay

"cepat atau lambat bayu dan irma juga harus tahu. sebaiknya mereka kita kasihtau yang sebenarnya ma", saran fay melembut ke mama fay sambil menggenggam tangan mamanya. sebuah anggukan dari mamanya dan tetesan airmata jatuh dari pipi mama fay. fay pun segera memeluk mamanya.

"bapak, fay,mama dan yang lain tetep sayang sama bapak, semoga bapak tenang disana. amiin.", fay meletakkan kembali foto bapaknya ke meja dan bergegas ke meja makan.

semua menjadi lebih baik untuk keluarga ini. mama menjadi lebih ceria tanpa beban begitu juga fay, irma dan bayupun begitu. karena mereka tahu bapak tetap ada dihati mereka walaupun telah tiada.

"ciiisrrssssttt...., fay, ayo berangkat, keburu telat ni...", teriak dimas pagi itu. mama fay segera keluar dan menyapa dimas seperti biasanya,

"eh nak dimas, dah sarapan?",

"sudah tante, tadi sarapan sama, nasi goreng, telor seteng....", seperti biasa dimas akan menjelaskan sebuh pertanyaan simpel dengan jawaban yang panjang, dan sebelum itu terjadi fay segera ambil tindakan.

"ma, fay berangkat dulu, assalamualaikum, ayo dimas buruan", segera fay pamit dan mencium tangan mamanya sambil bergegas naik ke sepesa dimas. terpaksa dimas menghentikan pembicaraannya, segera pamit dan berangkat sekolah,


SELESAI...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar